Lesu dan kurang aktif
Hewan tampak lemah, diam di dasar atau sudut wadah, dan lambat bereaksi.
Penyakit yang berkaitan
Gejala ini muncul pada penyakit berikut. Satu gejala jarang cukup untuk menyimpulkan penyakit — kombinasi gejala dan kondisi air yang menentukan.
Spring Viraemia of Carp (SVC)
Spring viraemia of carp virus (SVCV)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada ikan famili karper, termasuk ikan mas, koi, dan mas koki. Wabah umumnya terjadi pada suhu 11–17 °C; tanda klinisnya tidak spesifik, yang paling konsisten perut membengkak dan perdarahan. Wabah jarang terjadi di bawah 10 °C, dan kematian menurun saat suhu air di atas 22 °C.
Keracunan Klorin
Klorin atau kloramin dari air PAM atau sisa disinfeksi wadah merusak kulit dan insang; efek buruk mulai sekitar 0,02 mg/L dan kematian sekitar 0,04 mg/L.
Keracunan Amonia
Amonia bebas (NH3) merusak jaringan insang mulai sekitar 0,05 mg/L, menghambat pertumbuhan, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, dan pada kadar tinggi mematikan.
White Spot / Ichthyophthiriasis (Ich)
Ichthyophthirius multifiliis
Penyakit protozoa bersilia yang menular sangat cepat antarikan air tawar dan tampak sebagai bintik putih kecil. Bila hanya menyerang insang, bintik bisa tidak terlihat tetapi kematian tetap tinggi.
Koi Herpesvirus Disease (KHVD)
Cyprinid herpesvirus 3 (CyHV-3)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada ikan mas dan koi, bergantung suhu (terutama 16–29 °C) dengan kematian tinggi. Kerusakan insang merupakan temuan paling konsisten; tidak ada lesi patognomonik.
Streptococcosis
Streptococcus agalactiae, Streptococcus iniae
Infeksi bakteri Gram-positif yang sering menyerang otak sehingga ikan berenang berputar, disertai mata menonjol. Kematian dapat melebihi 50% dan telah dilaporkan pada nila di Indonesia.
White Spot Syndrome Virus (WSSV)
White spot syndrome virus (Whispovirus)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada krustasea dekapoda dengan kematian sangat tinggi dalam beberapa hari. Bercak putih di cangkang sering tampak tetapi tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya tanda.
Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS)
Aphanomyces invadans
Infeksi oomycete yang tercantum WOAH pada ikan air tawar dan estuari, diawali bintik merah lalu borok dalam. Ikan mas dan nila tergolong resisten.
Red Sea Bream Iridoviral Disease (RSIVD)
Red sea bream iridovirus (RSIV); infectious spleen and kidney necrosis virus (ISKNV)
Penyakit megalocytivirus yang tercantum WOAH pada lebih dari 30 spesies ikan laut budidaya termasuk kerapu dan kakap putih. Ikan lesu, anemia berat, insang pucat, dan limpa membesar.
Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND)
Vibrio parahaemolyticus (VpAHPND)
Penyakit udang yang tercantum WOAH, disebabkan strain Vibrio parahaemolyticus pembawa toksin Pir. Kematian dapat terjadi sejak 10 hari setelah tebar dengan hepatopankreas pucat dan mengecil.
Infectious Myonecrosis (IMN)
Infectious myonecrosis virus (IMNV)
Penyakit virus yang tercantum WOAH, terutama pada udang vaname juvenil dan subdewasa. Otot ekor menjadi putih keruh dan kematian dapat muncul mendadak setelah stres.
Monogeneasis (cacing insang dan kulit)
Dactylogyrus spp., Gyrodactylus spp.
Infestasi cacing pipih monogenea pada insang, kulit, dan sirip, terutama pada kepadatan tinggi. Diagnosis melalui pemeriksaan mikroskop biopsi insang, sirip, dan lendir kulit.
Cryptocaryoniasis (bintik putih laut)
Cryptocaryon irritans
Penyakit protozoa bersilia pada ikan laut yang mirip Ich, tampak sebagai bintik atau bercak putih pada kulit, sirip, dan insang. Beberapa strain dapat menginfeksi pada salinitas rendah.
Amyloodiniosis (velvet)
Amyloodinium ocellatum
Infestasi dinoflagelata pada ikan laut yang membuat kulit tampak berlapis debu keemasan, disertai megap-megap dan kematian tinggi.
Francisellosis
Francisella noatunensis
Infeksi bakteri pada nila dan beberapa ikan laut. Bentuk akut menimbulkan kematian tinggi dengan sedikit tanda; bentuk kronis menimbulkan berenang tidak menentu, mata menonjol, dan insang bernodul.
Herpesviral Haematopoietic Necrosis (CyHV-2)
Cyprinid herpesvirus 2 (CyHV-2)
Penyakit virus pada ikan mas koki dengan kematian hingga 100%. Tanda luar sering minim; saat dibedah limpa dan ginjal membesar dengan area nekrosis pucat.
Ichthyobodosis (Costiasis)
Ichthyobodo spp.
Infestasi flagelata kecil pada kulit dan insang ikan air tawar maupun laut. Kulit sering berubah keabu-abuan; diagnosis memerlukan mikroskop.
Piscinoodiniosis (velvet air tawar)
Piscinoodinium spp.
Infestasi dinoflagelata pada banyak ikan air tawar yang tampak sebagai bintik keemasan halus di kulit, disertai megap-megap dan kematian; bila hanya di insang, bintiknya tidak terlihat.
Keracunan Hidrogen Sulfida (H2S)
H2S terbentuk di endapan dasar yang anoksik atau dari air sumur tercemar. Paparan akut dapat menyebabkan kematian mendadak (dilaporkan pada 0,5 mg/L); paparan kronis membuat ikan lesu dan nafsu makan turun.
Keracunan Karbon Dioksida (CO2)
Karbon dioksida bersifat toksik bagi ikan di atas sekitar 12 mg/L, terutama pada kepadatan tinggi dengan aerasi kurang dan oksigen rendah.
Hepatopancreatic Microsporidiosis (EHP)
Enterocytozoon hepatopenaei
Infeksi mikrosporidia pada hepatopankreas udang yang menyebabkan pertumbuhan terhambat dan ukuran tidak seragam; berkaitan dengan sindrom kotoran putih.
Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan bukan diagnosis pasti. Penegakan diagnosis memerlukan konfirmasi laboratorium.