Penyakit Ikan
Jelajahi informasi lengkap tentang berbagai penyakit ikan, penyebab, gejala, risiko, dan cara penanganannya.
Menampilkan 51 penyakit
Koi Herpesvirus Disease (KHVD)
Cyprinid herpesvirus 3 (CyHV-3)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada ikan mas dan koi, bergantung suhu (terutama 16–29 °C) dengan kematian tinggi. Kerusakan insang merupakan temuan paling konsisten; tidak ada lesi patognomonik.
Spring Viraemia of Carp (SVC)
Spring viraemia of carp virus (SVCV)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada ikan famili karper, termasuk ikan mas, koi, dan mas koki. Wabah umumnya terjadi pada suhu 11–17 °C; tanda klinisnya tidak spesifik, yang paling konsisten perut membengkak dan perdarahan. Wabah jarang terjadi di bawah 10 °C, dan kematian menurun saat suhu air di atas 22 °C.
White Spot / Ichthyophthiriasis (Ich)
Ichthyophthirius multifiliis
Penyakit protozoa bersilia yang menular sangat cepat antarikan air tawar dan tampak sebagai bintik putih kecil. Bila hanya menyerang insang, bintik bisa tidak terlihat tetapi kematian tetap tinggi.
Keracunan Amonia
Amonia bebas (NH3) merusak jaringan insang mulai sekitar 0,05 mg/L, menghambat pertumbuhan, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, dan pada kadar tinggi mematikan.
Streptococcosis
Streptococcus agalactiae, Streptococcus iniae
Infeksi bakteri Gram-positif yang sering menyerang otak sehingga ikan berenang berputar, disertai mata menonjol. Kematian dapat melebihi 50% dan telah dilaporkan pada nila di Indonesia.
White Spot Syndrome Virus (WSSV)
White spot syndrome virus (Whispovirus)
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada krustasea dekapoda dengan kematian sangat tinggi dalam beberapa hari. Bercak putih di cangkang sering tampak tetapi tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya tanda.
Cryptocaryoniasis (bintik putih laut)
Cryptocaryon irritans
Penyakit protozoa bersilia pada ikan laut yang mirip Ich, tampak sebagai bintik atau bercak putih pada kulit, sirip, dan insang. Beberapa strain dapat menginfeksi pada salinitas rendah.
Francisellosis
Francisella noatunensis
Infeksi bakteri pada nila dan beberapa ikan laut. Bentuk akut menimbulkan kematian tinggi dengan sedikit tanda; bentuk kronis menimbulkan berenang tidak menentu, mata menonjol, dan insang bernodul.
Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS)
Aphanomyces invadans
Infeksi oomycete yang tercantum WOAH pada ikan air tawar dan estuari, diawali bintik merah lalu borok dalam. Ikan mas dan nila tergolong resisten.
Mycobacteriosis
Mycobacterium spp.
Penyakit bakteri granulomatosa kronis yang dapat menyerang semua spesies ikan, terutama pada budidaya intensif. Bakterinya umumnya resisten terhadap pengobatan antibiotik.
Columnaris
Flavobacterium columnare
Infeksi bakteri pada insang, kulit, dan sirip ikan air tawar yang umumnya muncul setelah stres lingkungan pada suhu air tinggi. Lesi khasnya berwarna kuning-kecokelatan dan pita pucat di punggung (saddleback).
Aeromoniasis (Motile Aeromonas Septicemia)
Aeromonas hydrophila dan aeromonad motil lain
Infeksi bakteri aeromonad motil pada ikan air tawar dan payau, umumnya dipicu stres, luka, atau kualitas air buruk. Tanda klinisnya mirip banyak infeksi bakteri lain sehingga perlu kultur bakteri.