Gurami
Nama ilmiah: Osphronemus goramy
Rentang parameter air
Rentang di bawah ini dipakai mesin diagnosis untuk menilai kondisi air. Nilai di luar rentang optimal menjadi faktor pemberat.
Rentang parameter air khusus spesies ini belum diisi pakar; mesin diagnosis memakai rentang umum.
Penyakit yang sering menyerang
Columnaris
Flavobacterium columnare
Infeksi bakteri pada insang, kulit, dan sirip ikan air tawar yang umumnya muncul setelah stres lingkungan pada suhu air tinggi. Lesi khasnya berwarna kuning-kecokelatan dan pita pucat di punggung (saddleback).
White Spot / Ichthyophthiriasis (Ich)
Ichthyophthirius multifiliis
Penyakit protozoa bersilia yang menular sangat cepat antarikan air tawar dan tampak sebagai bintik putih kecil. Bila hanya menyerang insang, bintik bisa tidak terlihat tetapi kematian tetap tinggi.
Aeromoniasis (Motile Aeromonas Septicemia)
Aeromonas hydrophila dan aeromonad motil lain
Infeksi bakteri aeromonad motil pada ikan air tawar dan payau, umumnya dipicu stres, luka, atau kualitas air buruk. Tanda klinisnya mirip banyak infeksi bakteri lain sehingga perlu kultur bakteri.
Saprolegniasis
Saprolegnia spp.
Infeksi oomycete (water mould) pada ikan air tawar yang tampak sebagai bercak putih atau abu-abu berupa miselium seperti kapas pada tubuh, sirip, atau telur.
Trichodiniasis
Trichodina spp.
Infestasi protozoa bersilia pada kulit dan insang yang berkaitan dengan sanitasi buruk dan kepadatan tinggi. Diagnosis memerlukan pemeriksaan mikroskop kerokan kulit atau insang.
Epistyliasis
Epistylis spp.
Infestasi protozoa bersilia sesil pada ikan kolam yang berkaitan dengan air kaya bahan organik. Aeromonas dapat menyertainya sebagai infeksi sekunder.
Tilapia Lake Virus (TiLV)
Tilapia tilapinevirus
Penyakit virus yang tercantum WOAH pada nila dengan kematian hingga 90%, terutama pada benih. Kelainan mata (lensa keruh) disertai kematian tinggi patut dicurigai sebagai TiLV; telah dilaporkan di Indonesia.
Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS)
Aphanomyces invadans
Infeksi oomycete yang tercantum WOAH pada ikan air tawar dan estuari, diawali bintik merah lalu borok dalam. Ikan mas dan nila tergolong resisten.
Monogeneasis (cacing insang dan kulit)
Dactylogyrus spp., Gyrodactylus spp.
Infestasi cacing pipih monogenea pada insang, kulit, dan sirip, terutama pada kepadatan tinggi. Diagnosis melalui pemeriksaan mikroskop biopsi insang, sirip, dan lendir kulit.
Argulosis (kutu ikan)
Argulus spp.
Infestasi krustasea parasit berbentuk cakram yang terlihat dengan mata telanjang dan mengisap cairan tubuh ikan, menyebabkan perdarahan dan anemia.
Chilodonelliasis
Chilodonella spp.
Infestasi protozoa bersilia pada kulit dan insang ikan air tawar yang menyebabkan lendir berlebih dan gangguan pernapasan; berkaitan dengan kualitas air buruk.
Mycobacteriosis
Mycobacterium spp.
Penyakit bakteri granulomatosa kronis yang dapat menyerang semua spesies ikan, terutama pada budidaya intensif. Bakterinya umumnya resisten terhadap pengobatan antibiotik.
Kekurangan Oksigen Terlarut (Hipoksia)
Gangguan lingkungan saat oksigen terlarut turun. Sebagian besar ikan stres pada 2–4 mg/L dan kematian biasanya terjadi di bawah 2 mg/L.
Keracunan Nitrit (Brown Blood Disease)
Nitrit masuk melalui insang dan mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin sehingga darah berwarna cokelat. Ikan dapat megap-megap walaupun oksigen di air cukup.
Keracunan Amonia
Amonia bebas (NH3) merusak jaringan insang mulai sekitar 0,05 mg/L, menghambat pertumbuhan, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, dan pada kadar tinggi mematikan.
Ichthyobodosis (Costiasis)
Ichthyobodo spp.
Infestasi flagelata kecil pada kulit dan insang ikan air tawar maupun laut. Kulit sering berubah keabu-abuan; diagnosis memerlukan mikroskop.
Tetrahymenosis
Tetrahymena spp.
Infeksi protozoa bersilia yang dapat menyerang kulit, sirip, insang, mata, hingga organ dalam; sering berkaitan dengan air yang kaya bahan organik.
Infestasi Lintah
Hirudinea (lintah)
Infestasi lintah pada ikan air tawar yang mengisap darah sehingga menimbulkan anemia dan penurunan berat badan.
Piscinoodiniosis (velvet air tawar)
Piscinoodinium spp.
Infestasi dinoflagelata pada banyak ikan air tawar yang tampak sebagai bintik keemasan halus di kulit, disertai megap-megap dan kematian; bila hanya di insang, bintiknya tidak terlihat.
Hexamitosis (Spironucleosis)
Hexamita spp., Spironucleus spp.
Infeksi flagelata usus pada cichlid, cupang, gurami, dan banyak ikan akuarium yang menyebabkan penurunan berat badan serta kematian benih dan juvenil.
Defisiensi Vitamin C (Broken Back Disease)
Gangguan gizi akibat vitamin C dalam pakan tidak mencukupi, misalnya karena pakan tidak memakai vitamin C stabil atau disimpan terlalu lama. Kasus berat menimbulkan skoliosis ekstrem.
Gas Bubble Disease
Gangguan akibat air lewat jenuh gas, terutama nitrogen, misalnya dari air sumur atau pompa yang bocor di sisi hisap. Dapat menimbulkan kematian massal akut maupun kronis.
Keracunan Karbon Dioksida (CO2)
Karbon dioksida bersifat toksik bagi ikan di atas sekitar 12 mg/L, terutama pada kepadatan tinggi dengan aerasi kurang dan oksigen rendah.
Keracunan Klorin
Klorin atau kloramin dari air PAM atau sisa disinfeksi wadah merusak kulit dan insang; efek buruk mulai sekitar 0,02 mg/L dan kematian sekitar 0,04 mg/L.
Keracunan Hidrogen Sulfida (H2S)
H2S terbentuk di endapan dasar yang anoksik atau dari air sumur tercemar. Paparan akut dapat menyebabkan kematian mendadak (dilaporkan pada 0,5 mg/L); paparan kronis membuat ikan lesu dan nafsu makan turun.